GENESIS 2026: Pembukaan Diklat HMPS TBI Bekali Mahasiswa Baru Menjadi Pendidik Bahasa Inggris Unggul di Era Digital
- Diposting Oleh Admin Web TBI
- Jumat, 18 September 2026
- Dilihat 66 Kali
Pamekasan — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris Bahasa Inggris (TBI) UIN Madura resmi membuka kegiatan Pendidikan dan Latihan (Diklat) GENESIS 2026 pada Kamis malam, 17 September 2026, pukul 19.00 WIB. Bertempat di Gedung YASPIMU — Yayasan Sosial dan Pendidikan Islam Miftahul Ulum, Babato Barat, Kertagenah Tengah, Kecamatan Kadur, Pamekasan, kegiatan ini diikuti secara penuh oleh seluruh mahasiswa baru Prodi TBI.
Mengusung tema “Empowering a New Generation of Future English Educators to Embrace Innovation, Adaptability, and Excellence in the Digital Era”, GENESIS 2026 berlangsung selama tiga hari, dari 17 hingga 19 September 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah pembentukan karakter, wawasan, serta kesiapan akademik dan kepribadian bagi para calon pendidik bahasa Inggris masa depan.
Acara pembukaan dibuka secara resmi oleh Bapak Abdul Wafi, S.Pd., M.Pd. selaku Sekretaris Prodi TBI, mewakili Ketua Program Studi TBI, Ibu Nina Khayatul Virdyna, S.S., M.Pd., yang berhalangan hadir. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bapak Achmad Baidawi, M.Pd., selaku dosen tetap Prodi TBI.
Dalam sambutannya, Mr. Abdul Wafi menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Kaprodi TBI dan sekaligus menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ketua HMPS TBI, Saudari Ria Rozzika Amalilah, serta Ketua Panitia Diklat, Saudara Ahmad Daifur Rahman, beserta seluruh jajaran panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan segala kebutuhan acara sehingga pembukaan berjalan lancar, tertib, dan penuh hikmat.
“Semoga kegiatan Diklat GENESIS 2026 ini dapat berlangsung aman, tertib, lancar, dan memberikan manfaat yang besar bagi kita semua selama tiga hari ke depan,” ujar Mr. Wafi membuka kegiatan.
Membangun Kebanggaan dan Kompetensi Inti Keluarga Besar TBI
Setelah sesi pembukaan, Mr. Abdul Wafi turut menjadi pemateri dengan penyampaian materi tentang keprodian TBI. Dalam paparannya, ia mengajak seluruh mahasiswa baru untuk bangga menjadi bagian dari keluarga besar Prodi TBI UIN Madura.
“Cintailah almamater dengan cara menguasai sepenuhnya inti dari Prodi TBI, yaitu keahlian dalam English Language Teaching (ELT). Kuasai dengan sungguh-sungguh keterampilan berbahasa maupun komponen kebahasaan, sehingga Anda layak menjadi duta bahasa Inggris UIN Madura,” tegasnya.
Kemampuan berbicara atau speaking, lanjutnya, menjadi prioritas utama karena kemampuan inilah yang menjadi bukti nyata penguasaan bahasa Inggris seseorang. Prodi TBI telah menyusun langkah strategis berupa mata kuliah pilihan berbasis kurikulum Outcome-Based Education (OBE), didukung tenaga pengajar terbaik dan berbagai program pendukung. Ia mengajak seluruh mahasiswa untuk menyelesaikan studi tepat waktu dan mewujudkan masa depan yang cerah sesuai semangat slogan prodi: Religious, Professional for a Brighter Future.
Tiga Kunci Menjadi Mahasiswa TBI: To the Point, Be Yourself, In the Name of Allah
Di bagian akhir penyampaiannya, Mr. Wafi menutup dengan tiga pesan utama yang disingkat menjadi T–B–I:
1. T — To the Point
Fokuslah pada tujuan yang ingin dicapai. Apakah ingin menjadi guru, dosen, penerjemah, atau profesi lainnya? “Luruskan niat dan arahkan langkah menuju impian itu — to the point to make your dreams come true. Kuatkan tekad dan tahanlah segala godaan yang dapat mengalihkan langkah Anda,” pesannya.
2. B — Be Yourself
Menjadi diri sendiri bukan berarti berdiam diri tanpa perbaikan. Jadikan kebebasan sebagai sarana mendisiplinkan diri, bukan untuk menghancurkan masa depan. Tiru sifat-sifat baik dari orang lain, internalisasikan nilai-nilai positif, hingga Anda tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dan baru.
3. I — In the Name of Allah, Everything Will Be Fine
Tinggikan kedekatan diri dengan Allah SWT. Jangan sombong atas segala nikmat, dan jangan pernah berputus asa dari rahmat-Nya. Perbanyak ibadah selaras dengan kesungguhan dalam belajar, dan jadikan Allah sebagai pelindung serta penolong yang sejati.
“Selamat berproses, dan semoga kita semua dirahmati Allah menuju masa depan yang lebih baik, lebih cerah, dan penuh keberkahan,” tutup Mr. Wafi.