Ria Rozzika Amalillah: Berani, Berdedikasi & Menginspirasi
- Diposting Oleh Admin Web TBI
- Senin, 7 September 2026
- Dilihat 143 Kali
Ria Rozzika Amalillah (better called "Rozika") adalah sosok mahasiswa berprestasi yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris Bahasa Inggris UIN Madura untuk periode 2026–2027. Lahir di Sumenep, 24 Februari 2004, dan berdomisili di Lenteng, Sumenep, beliau saat ini tengah menempuh pendidikan Sarjana di Program Studi Tadris Bahasa Inggris, Universitas Islam Negeri Madura, sejak tahun 2024. Semangat kepemimpinannya, keberanian tampil di depan umum, serta kreativitas yang terus berkembang menjadikannya sosok yang diharapkan mampu membawa kemajuan dan inovasi bagi rekan-rekan mahasiswa di lingkungan prodi.
Perjalanan pendidikan Ria Rozzika Amalillah ditempuh melalui jalur yang kuat dengan landasan keagamaan dan akademik. Sebelum masuk ke UIN Madura, beliau menamatkan jenjang pendidikan menengah di SMAS Tahfidz Al-Amien Prenduan pada tahun 2019–2024, yang kemudian didahului oleh pendidikan di MTs Tanwiril Hija (2016–2019) dan SDN Sendir. Latar belakang pendidikan tersebut membentuk karakter yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki pondasi keagamaan yang kokoh, kesabaran, dan kedisiplinan yang menjadi bekal berharga dalam menjalankan peran kepemimpinan saat ini.
Pengalaman berorganisasi Ria Rozzika Amalillah sangat kaya dan terus berkembang sejak masa remaja hingga kini. Di lingkungan UIN Madura, selain menjabat Ketua Umum HMPS TBI, beliau juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum Forum Komunikasi Mahasiswa Sumenep (FKMS), serta menjabat sebagai Koordinator Bidang Kaderisasi KOPRI PMII Rayon Saptawikrama dan Koordinator Bidang Komunikasi dan Informasi pada Unit Kegiatan Mahasiswa IQDA untuk periode 2026–2027. Pengalaman ini menunjukkan kemampuannya bekerja sama, mengoordinasikan program, dan membangun sinergi antarberbagai kelompok kemahasiswaan. Sebelumnya, beliau juga aktif berkontribusi dalam organisasi kepemudaan dan komunitas literasi di daerah asalnya, seperti Paguyuban Prince & Princess of English Department, keanggotaan di PAC IPNU-IPPNU Lenteng pada tahun 2020–2022, serta keterlibatan dalam RITMA dan komunitas Literasi Al-Amien Prenduan.
Kemampuan dan keahlian Ria Rozzika Amalillah tidak hanya terbatas pada kepemimpinan semata. Beliau memiliki kepercayaan diri yang baik dalam berbicara di depan umum, mengelola kegiatan atau acara, serta menguasai berbagai keterampilan kreatif yang sangat dibutuhkan di era saat ini. Mulai dari desain grafis menggunakan Canva, penyuntingan video dengan CapCut, hingga kemampuan fotografi dan videografi. Selain itu, beliau juga memiliki minat dan bakat dalam membaca dan menulis puisi — sebuah bukti bahwa jiwa kepemimpinan beliau seimbang dengan kepekaan rasa, keindahan bahasa, dan kedalaman berpikir.
Pengalaman mengajar dan menjadi narasumber juga telah mewarnai perjalanan Ria Rozzika Amalillah. Beliau pernah bertugas sebagai guru pengabdian di lingkungan Al-Amien Prenduan, yang membuktikan keinginannya untuk berbagi ilmu dan mengabdi sejak dini. Keahlian dan pengetahuannya juga diakui secara luas melalui kepercayaan menjadi narasumber dalam berbagai siaran dan forum edukatif, termasuk di KTV dan RRI Sampang. Pengalaman ini membuktikan bahwa kemampuan berbahasa, menyampaikan gagasan, dan berkomunikasi secara efektif telah melekat pada dirinya, menjadi modal berharga saat memimpin dan menyuarakan aspirasi mahasiswa Tadris Bahasa Inggris.
Dengan segala pengalaman, keahlian, dan semangat yang dimilikinya, Ria Rozzika Amalillah tampil sebagai sosok pemimpin yang tidak hanya mengandalkan posisi, melainkan juga keteladanan, kerja keras, dan kreativitas. Beliau bertekad menjadikan HMPS Tadris Bahasa Inggris sebagai wadah yang semakin inklusif, berkarya, dan bermanfaat — tempat di mana setiap mahasiswa dapat mengembangkan potensi bahasa, kepemimpinan, dan kreativitasnya secara maksimal. Langkah Ria Rozzika Amalillah menjadi bukti bahwa dengan tekad yang kuat, pendidikan yang disertai akhlak mulia, serta keberanian untuk berkarya, seorang mahasiswa dapat tumbuh menjadi pemimpin yang menginspirasi dan membawa perubahan nyata di lingkungannya.