Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 324 322551

Email

tbi@iainmadura.ac.id

Berita Duka: Berpulangnya Drs. Moh. Mashur Abadi, M.Fil.I., Sang Intelektual Nyentrik dan Kebanggaan Prodi Tadris Bahasa Inggris UIN Madura

  • Diposting Oleh Admin Web TBI
  • Jumat, 22 Mei 2026
  • Dilihat 436 Kali
Bagikan ke

PAMEKASAN, 22 Mei 2026 – Dunia akademik di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Madura berduka mendalam. Salah satu dosen kebanggaan di Program Studi Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Drs. Moh. Mashur Abadi, M.Fil.I., dikabarkan telah berpulang ke rahmatullah pada hari Jumat, 22 Mei 2026 diusia 61 tahun. Kepergian beliau di hari yang penuh berkah ini menjadi pertanda baik bagi perjalanan akhir hayatnya, dan kita semua berharap beliau mendapatkan husnul khotimah, aminn.

Sosok Almarhum dikenal luas bukan hanya sebagai tenaga pengajar, melainkan seorang intelektual sejati dengan karakter yang sangat khas. Beliau dikenal memiliki pemikiran yang out of the box, nyentrik, dan selalu mampu menghadirkan sudut pandang baru yang menarik untuk diikuti dan didiskusikan. Sebagai seorang ahli filsafat, gagasan-gagasannya selalu menerawang jauh ke depan, mendalam, dan sangat komprehensif, seolah tak ada batas bagi wawasan yang ia miliki.

Keunggulan akademik Almarhum sangatlah beragam dan mengagumkan. Beliau adalah seorang ahli penerjemah yang andal, yang menguasai dengan luwes dua bahasa besar dunia: Arab dan Inggris. Namun, di samping penguasaan bahasa asing tersebut, hati dan pemikiran beliau tetap berpijak kuat di tanah kelahiran istrinya (sumenep). Almarhum asli kelahiran Lamongan (25 April 1965) namun sangat konsen dan mendalami kajian Madurologi, khususnya terkait nilai-nilai kemaduraan serta kearifan lokal yang ada di dalamnya. Bagi beliau, memahami identitas lokal sama pentingnya dengan menguasai wawasan global.

Di mata para mahasiswa dan rekan sejawat, sosok Drs. Mashur Abadi sangat mudah dikenali. Ciri khasnya yang melekat erat adalah kehadirannya yang tak lepas dari kopi dan rokok, serta gaya berpakaian yang sangat pribadi—apa yang sering disebutnya sebagai gaya "it's me". Penampilan yang unik tersebut menjadi cerminan dari kepribadiannya yang bebas, jujur, dan apa adanya.

Lebih dari sekadar dosen, beliau bagi banyak orang adalah sosok orang tua kedua, tempat bertanya, dan tempat berbagi cerita. Ruang kerjanya selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin curhat atau mendiskusikan berbagai konsep inovasi, gagasan kemajuan, hingga pemikiran-pemikiran berat sekalipun. Kesabaran dan keluasaan wawasannya membuat setiap diskusi terasa berharga dan penuh inspirasi.

Kepergian Almarhum meninggalkan kekosongan yang sulit tergantikan. Kami semua merasa sangat kehilangan sosok pemikir, pendidik, dan teladan yang luar biasa ini. Selamat jalan, Profesor. Karya, pemikiran, dan jejak kebaikanmu akan terus hidup dan menjadi warisan berharga bagi Prodi Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, serta seluruh sivitas akademika UIN Madura. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa-dosanya, menerima segala amal ibadahnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya, surga Firdaus.