Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 324 322551

Email

tbi@iainmadura.ac.id

UAS Dikemas Menjadi Konferensi Akademik, Mahasiswa TBI UIN Madura Presentasikan 32 Artikel Hasil Riset Lapangan

  • Diposting Oleh Admin Web TBI
  • Senin, 15 Juni 2026
  • Dilihat 114 Kali
Bagikan ke

Pamekasan, 15 Juni 2026 – Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) UIN Madura kembali menghadirkan inovasi dalam proses pembelajaran melalui penyelenggaraan English Language Education Mini Conference 2026 yang mengusung tema “Exploring Curriculum, Assessment, and Innovation in English Language Teaching.” Kegiatan ini menjadi bentuk alternatif pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) yang tidak lagi berfokus pada ujian tertulis konvensional, melainkan pada presentasi hasil penelitian lapangan yang dilakukan mahasiswa selama satu semester.

Konferensi mini ini berlangsung selama dua hari. Sesi pertama dilaksanakan pada Senin, 15 Juni 2026 dengan menghadirkan presentasi hasil penelitian mahasiswa dari mata kuliah Language Testing, sedangkan sesi kedua akan dilaksanakan pada Kamis, 18 Juni 2026 untuk mempresentasikan hasil penelitian mahasiswa dari mata kuliah Curriculum Development and Syllabus Design (CDSD). Kedua mata kuliah tersebut diampu oleh Fithriyah Rahmawati, M.Pd.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Program Studi Tadris Bahasa Inggris, Nina Khayatul Virdyna, M.Pd., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan konferensi sebagai bentuk penguatan budaya akademik di lingkungan program studi. Menurut beliau, kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih autentik karena mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di kelas, tetapi juga melakukan penelitian, menganalisis data, dan mempresentasikan hasilnya dalam forum ilmiah.

“Mahasiswa perlu dibiasakan untuk tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi produsen pengetahuan. Melalui kegiatan seperti ini, mereka belajar melihat realitas pendidikan secara langsung, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, dan mengomunikasikan gagasannya secara akademik,” ungkapnya.

Sebanyak 32 artikel ilmiah mahasiswa dipresentasikan dalam konferensi ini, dengan rincian 16 artikel dari mata kuliah Language Testing dan 16 artikel dari mata kuliah Curriculum Development and Syllabus Design. Seluruh artikel merupakan hasil field exploration yang dilakukan mahasiswa di berbagai sekolah dan lembaga pendidikan. Melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen, mahasiswa mengkaji berbagai isu aktual dalam pembelajaran bahasa Inggris, mulai dari praktik asesmen bahasa, washback effect, asesmen autentik, kualitas butir soal, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam pembelajaran dan asesmen, implementasi kurikulum, pengembangan silabus, pemilihan materi ajar, hingga berbagai inovasi dan tantangan dalam pengajaran bahasa Inggris.

Berbeda dengan format UAS pada umumnya, setiap kelompok mahasiswa mempresentasikan artikel ilmiah layaknya peserta konferensi akademik. Presentasi tersebut diikuti dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memungkinkan mahasiswa memperoleh umpan balik dari dosen maupun peserta lainnya. Melalui format ini, mahasiswa tidak hanya dinilai berdasarkan hasil akhir, tetapi juga berdasarkan kemampuan mereka dalam mengomunikasikan hasil penelitian, mempertahankan argumentasi, dan merespons pertanyaan secara akademik.

Salah satu capaian yang membanggakan dari kegiatan ini adalah keberhasilan beberapa artikel mahasiswa menembus forum akademik yang lebih luas. Sejumlah naskah telah diterima untuk dipresentasikan pada Conference on English Language Teaching and Innovation (CELTI) 2026, sementara beberapa artikel lainnya sedang dipersiapkan untuk disubmit ke jurnal ilmiah. Selain itu, seluruh artikel yang dipresentasikan dalam konferensi ini akan dihimpun dan diterbitkan dalam bentuk book chapter sebagai luaran akademik dari English Language Education Mini Conference 2026.

Menurut Fithriyah Rahmawati, M.Pd., dosen pengampu mata kuliah tersebut, kegiatan ini dirancang untuk menunjukkan bahwa tugas perkuliahan dapat berkembang menjadi karya ilmiah yang memiliki kontribusi nyata bagi dunia pendidikan.

“Kami ingin mahasiswa merasakan bahwa penelitian bukan hanya milik akademisi. Melalui pengalaman sederhana melakukan eksplorasi lapangan, mereka dapat menghasilkan temuan yang relevan dan bernilai. Harapannya, pengalaman ini dapat menumbuhkan budaya penelitian, publikasi, dan pembelajaran berbasis inquiry.,” ujarnya.

Melalui English Language Education Mini Conference 2026, mahasiswa tidak hanya menyelesaikan kewajiban akademik semester ini, tetapi juga memperoleh pengalaman sebagai peneliti muda yang mampu menghubungkan teori dengan praktik pendidikan di lapangan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa ruang kelas dapat bertransformasi menjadi ruang akademik yang produktif, tempat lahirnya gagasan, penelitian, dan kontribusi ilmiah yang bermakna bagi pengembangan pendidikan bahasa Inggris di Indonesia.