Dosen TBI UIN Madura Gelar Perkuliahan Luar Kelas Daring Bertema "Let's Listen! Understanding Party Invitations in English"
- Diposting Oleh Admin Web TBI
- Selasa, 17 Maret 2026
- Dilihat 52 Kali
Pamekasan – Dosen Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Madura, Ibu Lasmi Febrianingrum, M.Pd., sukses menggelar kegiatan Perkuliahan Luar Kelas (PLK) secara daring melalui Google Meet. Kegiatan yang dikemas menarik ini berfokus pada mata kuliah Listening 2 dengan tema "Let's Listen! Understanding Party Invitations in English".
Acara ini semakin istimewa dengan kehadiran narasumber dari STKIP Modern Ngawi, Ibu Lucky Amatur Rohmani, M.Pd., yang berbagi ilmu dan pengalamannya. Sesi PLK dipandu dengan apik oleh moderator Nuzulur Rohmania, mahasiswi prodi TBI. (aw)
Acara diawali dengan sambutan dari Ibu Kaprodi TBI, Nina Khayatul Virdyna, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya PLK ini. "Terima kasih banyak atas terselenggaranya PLK ini, special thanks kepada narasumber, Mam Lucky, atas kesediaannya hadir sebagai narasumber," ujarnya. Beliau menambahkan bahwa kegiatan PLK ini merupakan kesempatan berharga bagi mahasiswa TBI untuk belajar dan mendapatkan pengalaman di luar kampus UIN Madura. "Kegiatan ini sangat bagus guna menjadikan mahasiswa prodi TBI menjadi lebih berwawasan, berpengalaman, sekaligus lebih kompeten dalam bidangnya, yaitu peningkatan listening comprehension yang mana skill ini lumayan sulit," tambahnya.
Selanjutnya, Ibu Lasmi Febrianingrum, M.Pd., selaku pengampu mata kuliah Listening 2, memberikan sambutan. Kemudian, Ibu Lucky Amatur Rohmani, M.Pd., memulai sesi pemaparan materi dengan sebuah icebreaker activity yang menyenangkan, yaitu menemukan kata-kata yang berhubungan dengan Madura.
Setelah sesi pemanasan, kegiatan dilanjutkan dengan pre-activity yang memancing diskusi dengan pertanyaan, "Mengapa mengundang ke pesta menjadi topik yang asik untuk dibahas?". Ibu Lucky kemudian menjelaskan konsep cross culture understanding, menyoroti bagaimana format pesta dapat bervariasi di berbagai daerah dan negara. Beliau memberikan contoh unik dari Madura, di mana undangan pesta bisa berupa selamatan keberangkatan umroh atau syukuran rumah baru.
Sesi PLK semakin interaktif dengan adanya kegiatan tanya jawab antara mahasiswa dan narasumber. Puncak acara ditutup dengan sesi penyampaian kesan dan pembuatan kesimpulan bersama, memperkaya pemahaman mahasiswa tentang undangan pesta dalam Bahasa Inggris dari perspektif budaya yang berbeda.